Berita Itjen

KUDIT: Membina Keluarga Inspektorat Jenderal Yang Amanah dan Harmonis

KUDIT:  Membina Keluarga Inspektorat Jenderal Yang Amanah dan Harmonis

Senin (19/10) Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI mengadakan Kajian Duha secara viirtual dengan mengusung tema Membina Keluarga Inspektorat Jenderal Yang Amanah dan Harmonis. Kajian Duha Inspektorat Jenderal (KUDIT), dilaksanakan untuk memacu serta membentuk tali persaudaraan Keluarga besar Itjen agar semakin kuat dan erat. Pada KUDIT kali ini mengundang narasumber Ustadz Masdain Rifa’i, MA dari Pengasuh Rumah Tahfidz An-Nur Ulujami  Jakarta. Kajian Duha ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin pukul 07.30 – 09.00 WIB, dengan tujuan untuk memberikan semangat dalam bekerja dan pengingat diri kepada Allah SWT.

Acara ini diikuti oleh seluruh pegawai Itjen dan Dharma Wanita di lingkungan Itjen Kemenkes RI. Dalam paparannya Ustd. Masdain Rifa’i  memberikan tips menjadi pegawai yang amanah diantaranya:

  1. Meraih Gaji Sekaligus Menuai Pahala: Seorang pegawai atau karyawan yang menjalankan pekerjaannya secara sungguh-sungguh seraya mengharapkan pahala dari Alloh Ta’ala, hakikatnya telah menyelesaikan tanggung jawabnya. Apalagi bekerja mencari rezeki untuk menafkahi keluarga, maka pahala yang besar telah ia peroleh, lantaran hasil jerih payah dan tetesan keringatnya untuk tujuan mulia, yaitu memberi nafkah kepada orang-orang yang ia kasihi.
  2. Disiplin Waktu: Adalah menjadi kewajiban seorang pegawai untuk menggunakan waktu (jam kerjanya) hanya untuk pekerjaan yang dipikulkan kepadanya. Karena, ketika seseorang melakukan akad untuk bekerja kepada pemilik pekerjaan, baik perseorangan, kantor, perusahaan maupun lembaga tertentu, pada hakikatnya ia telah mengikat dirinya dengan pekerjaan yang dibebankan oleh pihak kantor.
  3. Memberikan Pelayanan Terbaik: Setiap orang ingin mendapatkan pelayanan secara baik dari orang lain. Begitulah yang semestinya dilakukan oleh para pegawai kantor yang pekerjaannya melayani masyarakat. Oleh karena itu, ia dituntut memberikan pelayanan secara baik kepada orang lain yang membutuhkan bantuaannya
  4. Tidak Menerima Suap: Sudah menjadi kewajiban setiap pegawai untuk menjaga kehormatan dirinya, berjiwa besar, serta menjauhkan diri dari memakan harta manusia dengan cara batil, seperti suap, walaupun si pemberi menamakannya sebagai hadiah, bingkisan, atau uang jasa, atau ungkapan terima kasih
  5. Keteladanan: Menjaga amanah dalam bekerja tidak hanya menjadi kewajiban pekerja, pegawai atau bawahan saja, tetapi juga harus dijaga oleh pimpinan selaku pemberi tugas (pekerjaan). Karena pekerja yang sudah baik, tetap membutuhkan keteladanan dari para pimpinan. Oleh karena itu, setiap pemimpin harus menyadari bahwa pertanggungjawaban seorang pimpinan tidak hanya di dunia ini, tetapi juga di akhirat nanti.

Semoga dengan diadakan KUDIT ini mampu memberi kesadaran dan semangat baru dalam bekerja, serta dapat memaknai bahwa bekerja adalah ibadah, dan jangan sampai bekerja keras dapat melupakan kewajiban kita sebagai hamba Allah SWT. (JP)

Share this Post: